Wednesday, July 17, 2013

Pertumbuhan Ilmu Pengetahuan Islam pada masa Bani Abbasiyah.



            Pada masa ini merupakan masa kejayaan Islam dalam berbagai bidang, khususnya bidang ilmu pengetahuan dan kebudayaan. Pada masa ini ummat islam telah banyak melakukan kajian kritis tentang ilmu pengetahuan dengan cara penerjemahan berbagai buku karangan bangsa-bangsa terdahulu, seperti buku-buku karya bangsa Yunani, Romawi dan Persia, serta dari naskah-naskah yang ada di kawasan Timur Tengah dan Afrika seperti Mesopotamia dan Mesir.
            Khususnya pada masa pemerintahan Harun Al-Rasyid (170-193 H = 786-809 M) didirikan lembaga formal sebagai pusat pengkajian ilmu yang disebut “Darul Hikmah”. Dari lembaga inilah banyak melahirkan  sarjana dan para ahli ilmu pengetahuan yang membawa kejayaan Daulah Abbasiyah.
Diantara ilmu pengetahuan yang berkembang pesat pada masa itu ialah;
a.       Ilmu Tafsir. Yakni tafsir bil Ma’tsur (Al-Qur’an ditafsir dengan HaditsNabi ) dan Tafsir bil Ra’yi (Al-Qur’an ditafsir dengan akal pikiran).
Ahli tafsir bil ma’tsur adalah;Ibnu Jarir Al-Thabary, Ibnu ‘AthiyahAl-Andalusy, As-Sudai, Muqatil bin Sulaiman, dan Muhammad bin Ishak.
Sedangkan ahli Tafsir bil Ra’yi adalah;Abu Bakar Asam (Mu’tazilah), Abu Muslim Muhammad bin Bahr Isfahany, Ibnu Jaru Al-Asady, dan Abu Yunus Abdussalam.
b.      Ilmu Hadits.
Para Ahli Hadits yang terkenal, antara lain;
1.      Imam Bukhori, karyanya;Shahih Bukhari (Al-Jamius Shahih)
2.      Imam Muslim, karyanya Shahih Muslim (Al-Jamius Shahih)
3.      Ibnu Majah, karyanya Sunan Ibnu Majah
4.      Abu Daud, karyanya Sunan Abu Daud
5.      An-Nasa’i, karyanya Sunan Al-Nasai, dll.
c.       Ilmu Kalam. Diantara pelopor dan ahli ilmu kalam ialah: Washil bin Atho’, Abu Huzail Al-Allaf, Ad-Dhaham, Abu Hasan Al-Asy’ary, dan Imam Ghazali.
d.      Ilmu Tasawuf. Yaitu ilmu syari’at. Inti ajarannya ialah tekun beribadah dengan menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah, menjauhkandiri dari kesenangan dunia dan bersembunyi diri untuk beribadah. Diantara tokoh-tokohnya adalah: Al-Qusairy, dan Imam Ghazali.
e.       Ilmu bahasa. Berpusat dikota Basrah dan Kufa. Para tokohnya adalah: Subawaih, Al-Kisai, dan Abu Zakaria Al-Farra.
f.        Ilmu Fiqih. Para fuqoha yang terkenal adalah:
1.      Imam Abu Hanifah, karyanya: fiqhu Akbar, Al-Alim wal Mutaan,dll.
2.      Imam Malik, karyanya: Al-Muwatha’
3.      Imam Syafii, karyanya: Al-Um, Ushul Fiqh, dll
4.      Imam Ahmad bin Hambal, karyanya: Musnad.
g.       Ilmu Kedokteran. Berkembang pesat pada akhir daulah AbbasiyahI, sedangkan puncaknya pada masa DaulahAbbasiyah II, III, dan IV. Para ahli bidang kedokteran adalah :
1.      Abu Zakaria Yuhana bin Masiwaih, ahli farmasi
2.      Sabur bin Sahal, direktur Rumah Sakit
3.      Abu Zakaria Al-Razy kepala para dokter Rumah Sakit Baghdad
4.      Ibnu Sina, karyanya yang terkenal Al-Qanun fi al Thibb.
h.      Ilmu Perbintangan. Diantara para ahli astronomi adalah:
1.      Abu Ma’syur al falaky, karyanya Isbatul Ulum dan Haiatul Falak
2.      Jabir Al-Batany, pencipta alat peneropong bintang pertama, karyanya Kitabu ma’rifati Mathlil Buruj Baina Arbail Falak.
3.      Raihan Al Bairuny, karyanya, Al-Tafhim liawaili Shina ‘atit Tanjim.
i.        Filsafat Islam (pemikiran Islam). Diantara para filosof Islam yang terkenaladalah:
1.      Abi Ishak Al-Kindy, karyanya; Filsafat, ilmu mantiq, handasah hisab, nujum dll.
2.      Abu Nashr Al-Faraby, karyanya 12 buah
3.      Ibnu Sina, Ibnu Majah, Ibnu Thufail, Ibnu Rusyd, dan Al-Abhary.
j.        Ilmu Sejarah. Diantara parasejarawan terkenal adalah:
1.      Abu Ismail Al-Azdy, karyanya Futuhus Syam.
2.      Al-Waqidy, karyanya Kitab Al-Magazy, Fathu Afrika, Fathul Ajam, dll.
3.      Ibnu Saad, karyanya At Thabaqatul Kubra.
4.      Ibnu Hasyim, karyanya Sarah ibnu Hisyam.

http://dzakyabdulbasith.blogspot.com/2013/01/ilmu-pengetahuan-islam-pada-masa-nabi.html

Perkembangan Teknologi Kapal Selam di Indonesia



Laut Indonesia merupakan salah satu checkpoint yang paling penting di dunia kapal selam.  Sebagian besar dari perdagangan global harus melewati Selat Malaka dan perairan dangkal di sekitar pesisir kepulauan Indonesia.
Situasi ini membuat Indonesia membutuhkan kapal selam yang memiliki teknologi Air-Independent Propulsion (AIP) yang memungkinkan kapal selam bisa beroperasi di dalam laut  hingga 3 minggu, pada kecepatan rendah. AIP membuat diesel-listrik kapal selam sulit  terdeteksi.
Pada kenyataannya Indonesia hanya memiliki 2 kapal selam Cakra yang sudah lawas, serta beberapa Frigate dan Korvet untuk menjaga wilayah yang luas. Kehadiran kapal selam yang terbaik akan memperkuat penjagaan wilayah bawah laut Indonesia, terutama yang  hot spot . Pertumbuhan ekonomi Indonesia ikut mendorong terciptanya revitalisasi kapal selam ini.
Indonesia pun mulai melakukan perburuan terhadap kapal selam dengan kriteria: senyap, bisa bertahan lebih lama di dalam air dan mematikan. Pada tahun 2007, Indonesia melakukan tender untuk membeli 3 sampai 6 kapal selam pengganti. Peserta tender adalah: Perancis, Jerman, Rusia, Korea Selatan dan Turki.
Kriteria kapal selam yang diinginkan Indonesia ternyata sesuai dengan produk ekspor terbaru dari Howaldtswerke Deutsche Werft (HDW)- Jerman, yakni  U214 yang memiliki sistem AIP, Namun harganya lebih mahal. Kapal ini  juga digunakan dan dikembangkan oleh Korea Selatan, Turki dan India.
Jerman, Korea Selatan dan Turki yang mendapatkan angin untuk memenangkan tender kapal selam yang diinginkan Indonesia. Namun Rusia membuat gebrakan dan telah menjalin hubungan erat dengan Indonesia, melalui pengadaan berbagai peralatan pertahanan dalam beberapa tahun terakhir, untuk pengadaan: kendaran tempur, pesawat, serta Rudal Yakhont P 800/SS-N-26.
Indonesia menghargai upaya Rusia itu. Apalagi kapal selam improved Kilo 636M adalah pilihan teknis yang baik untuk lingkungan di Indonesia, dan populer di seluruh dunia.  Beberapa negara terdekat  juga telah mengoperasikan kapal selam ini, termasuk India dan China.