Wednesday, July 17, 2013

Perkembangan Teknologi Kapal Selam di Indonesia



Laut Indonesia merupakan salah satu checkpoint yang paling penting di dunia kapal selam.  Sebagian besar dari perdagangan global harus melewati Selat Malaka dan perairan dangkal di sekitar pesisir kepulauan Indonesia.
Situasi ini membuat Indonesia membutuhkan kapal selam yang memiliki teknologi Air-Independent Propulsion (AIP) yang memungkinkan kapal selam bisa beroperasi di dalam laut  hingga 3 minggu, pada kecepatan rendah. AIP membuat diesel-listrik kapal selam sulit  terdeteksi.
Pada kenyataannya Indonesia hanya memiliki 2 kapal selam Cakra yang sudah lawas, serta beberapa Frigate dan Korvet untuk menjaga wilayah yang luas. Kehadiran kapal selam yang terbaik akan memperkuat penjagaan wilayah bawah laut Indonesia, terutama yang  hot spot . Pertumbuhan ekonomi Indonesia ikut mendorong terciptanya revitalisasi kapal selam ini.
Indonesia pun mulai melakukan perburuan terhadap kapal selam dengan kriteria: senyap, bisa bertahan lebih lama di dalam air dan mematikan. Pada tahun 2007, Indonesia melakukan tender untuk membeli 3 sampai 6 kapal selam pengganti. Peserta tender adalah: Perancis, Jerman, Rusia, Korea Selatan dan Turki.
Kriteria kapal selam yang diinginkan Indonesia ternyata sesuai dengan produk ekspor terbaru dari Howaldtswerke Deutsche Werft (HDW)- Jerman, yakni  U214 yang memiliki sistem AIP, Namun harganya lebih mahal. Kapal ini  juga digunakan dan dikembangkan oleh Korea Selatan, Turki dan India.
Jerman, Korea Selatan dan Turki yang mendapatkan angin untuk memenangkan tender kapal selam yang diinginkan Indonesia. Namun Rusia membuat gebrakan dan telah menjalin hubungan erat dengan Indonesia, melalui pengadaan berbagai peralatan pertahanan dalam beberapa tahun terakhir, untuk pengadaan: kendaran tempur, pesawat, serta Rudal Yakhont P 800/SS-N-26.
Indonesia menghargai upaya Rusia itu. Apalagi kapal selam improved Kilo 636M adalah pilihan teknis yang baik untuk lingkungan di Indonesia, dan populer di seluruh dunia.  Beberapa negara terdekat  juga telah mengoperasikan kapal selam ini, termasuk India dan China.


No comments:

Post a Comment