Thursday, July 18, 2013
Wednesday, July 17, 2013
Pertumbuhan Ilmu Pengetahuan Islam pada masa Bani Abbasiyah.
Pada masa ini merupakan masa kejayaan Islam dalam berbagai bidang, khususnya
bidang ilmu pengetahuan dan kebudayaan. Pada masa ini ummat islam telah banyak
melakukan kajian kritis tentang ilmu pengetahuan dengan cara penerjemahan
berbagai buku karangan bangsa-bangsa terdahulu, seperti buku-buku karya bangsa
Yunani, Romawi dan Persia, serta dari naskah-naskah yang ada di kawasan Timur
Tengah dan Afrika seperti Mesopotamia dan Mesir.
Khususnya pada masa pemerintahan Harun Al-Rasyid (170-193 H = 786-809 M)
didirikan lembaga formal sebagai pusat pengkajian ilmu yang disebut “Darul
Hikmah”. Dari lembaga inilah banyak melahirkan sarjana dan para ahli ilmu
pengetahuan yang membawa kejayaan Daulah Abbasiyah.
Diantara ilmu pengetahuan yang berkembang pesat pada
masa itu ialah;
a.
Ilmu Tafsir. Yakni
tafsir bil Ma’tsur (Al-Qur’an ditafsir dengan HaditsNabi ) dan Tafsir bil Ra’yi
(Al-Qur’an ditafsir dengan akal pikiran).
Ahli tafsir bil ma’tsur adalah;Ibnu Jarir Al-Thabary,
Ibnu ‘AthiyahAl-Andalusy, As-Sudai, Muqatil bin Sulaiman, dan Muhammad bin
Ishak.
Sedangkan ahli Tafsir bil Ra’yi adalah;Abu Bakar Asam
(Mu’tazilah), Abu Muslim Muhammad bin Bahr Isfahany, Ibnu Jaru Al-Asady, dan
Abu Yunus Abdussalam.
b.
Ilmu Hadits.
Para Ahli Hadits yang terkenal,
antara lain;
1. Imam
Bukhori, karyanya;Shahih Bukhari (Al-Jamius Shahih)
2. Imam Muslim,
karyanya Shahih Muslim (Al-Jamius Shahih)
3. Ibnu Majah,
karyanya Sunan Ibnu Majah
4. Abu Daud,
karyanya Sunan Abu Daud
5. An-Nasa’i,
karyanya Sunan Al-Nasai, dll.
c.
Ilmu Kalam. Diantara
pelopor dan ahli ilmu kalam ialah: Washil bin Atho’, Abu Huzail Al-Allaf,
Ad-Dhaham, Abu Hasan Al-Asy’ary, dan Imam Ghazali.
d.
Ilmu Tasawuf. Yaitu ilmu syari’at. Inti ajarannya ialah tekun
beribadah dengan menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah, menjauhkandiri dari
kesenangan dunia dan bersembunyi diri untuk beribadah. Diantara tokoh-tokohnya
adalah: Al-Qusairy, dan Imam Ghazali.
e.
Ilmu bahasa. Berpusat
dikota Basrah dan Kufa. Para tokohnya adalah: Subawaih, Al-Kisai, dan Abu
Zakaria Al-Farra.
f.
Ilmu Fiqih. Para
fuqoha yang terkenal adalah:
1. Imam Abu
Hanifah, karyanya: fiqhu Akbar, Al-Alim wal Mutaan,dll.
2. Imam Malik,
karyanya: Al-Muwatha’
3. Imam Syafii,
karyanya: Al-Um, Ushul Fiqh, dll
4. Imam Ahmad
bin Hambal, karyanya: Musnad.
g.
Ilmu
Kedokteran. Berkembang pesat pada akhir daulah AbbasiyahI, sedangkan puncaknya pada
masa DaulahAbbasiyah II, III, dan IV. Para ahli bidang kedokteran adalah :
1. Abu Zakaria
Yuhana bin Masiwaih, ahli farmasi
2. Sabur bin
Sahal, direktur Rumah Sakit
3. Abu Zakaria
Al-Razy kepala para dokter Rumah Sakit Baghdad
4. Ibnu Sina,
karyanya yang terkenal Al-Qanun fi al Thibb.
h.
Ilmu Perbintangan. Diantara para ahli astronomi adalah:
1. Abu Ma’syur
al falaky, karyanya Isbatul Ulum dan Haiatul Falak
2. Jabir
Al-Batany, pencipta alat peneropong bintang pertama, karyanya Kitabu ma’rifati
Mathlil Buruj Baina Arbail Falak.
3. Raihan Al
Bairuny, karyanya, Al-Tafhim liawaili Shina ‘atit Tanjim.
i.
Filsafat
Islam (pemikiran
Islam). Diantara para filosof Islam yang terkenaladalah:
1. Abi Ishak
Al-Kindy, karyanya; Filsafat, ilmu mantiq, handasah hisab, nujum dll.
2. Abu Nashr
Al-Faraby, karyanya 12 buah
3. Ibnu Sina,
Ibnu Majah, Ibnu Thufail, Ibnu Rusyd, dan Al-Abhary.
j.
Ilmu Sejarah. Diantara
parasejarawan terkenal adalah:
1. Abu Ismail
Al-Azdy, karyanya Futuhus Syam.
2. Al-Waqidy,
karyanya Kitab Al-Magazy, Fathu Afrika, Fathul Ajam, dll.
3. Ibnu Saad,
karyanya At Thabaqatul Kubra.
4. Ibnu Hasyim,
karyanya Sarah ibnu Hisyam.
http://dzakyabdulbasith.blogspot.com/2013/01/ilmu-pengetahuan-islam-pada-masa-nabi.html
Perkembangan Teknologi Kapal Selam di Indonesia
Laut Indonesia
merupakan salah satu checkpoint yang paling penting di dunia kapal selam.
Sebagian besar dari perdagangan global harus melewati Selat Malaka dan perairan
dangkal di sekitar pesisir kepulauan Indonesia.
Situasi ini membuat
Indonesia membutuhkan kapal selam yang memiliki teknologi Air-Independent
Propulsion (AIP) yang memungkinkan kapal selam bisa beroperasi di dalam
laut hingga 3 minggu, pada kecepatan rendah. AIP membuat diesel-listrik
kapal selam sulit terdeteksi.
Pada kenyataannya
Indonesia hanya memiliki 2 kapal selam Cakra yang sudah lawas, serta beberapa
Frigate dan Korvet untuk menjaga wilayah yang luas. Kehadiran kapal selam yang
terbaik akan memperkuat penjagaan wilayah bawah laut Indonesia, terutama
yang hot spot . Pertumbuhan ekonomi Indonesia ikut mendorong terciptanya
revitalisasi kapal selam ini.
Indonesia pun mulai
melakukan perburuan terhadap kapal selam dengan kriteria: senyap, bisa bertahan
lebih lama di dalam air dan mematikan. Pada tahun 2007, Indonesia melakukan
tender untuk membeli 3 sampai 6 kapal selam pengganti. Peserta tender
adalah: Perancis, Jerman, Rusia, Korea Selatan dan Turki.
Kriteria kapal selam
yang diinginkan Indonesia ternyata sesuai dengan produk ekspor terbaru dari Howaldtswerke
Deutsche Werft (HDW)- Jerman, yakni U214 yang memiliki sistem AIP, Namun
harganya lebih mahal. Kapal ini juga digunakan dan dikembangkan oleh
Korea Selatan, Turki dan India.
Jerman, Korea Selatan
dan Turki yang mendapatkan angin untuk memenangkan tender kapal selam yang
diinginkan Indonesia. Namun Rusia membuat gebrakan dan telah menjalin hubungan
erat dengan Indonesia, melalui pengadaan berbagai peralatan pertahanan dalam
beberapa tahun terakhir, untuk pengadaan: kendaran tempur, pesawat, serta Rudal
Yakhont P 800/SS-N-26.
Indonesia menghargai
upaya Rusia itu. Apalagi kapal selam improved Kilo 636M adalah pilihan teknis
yang baik untuk lingkungan di Indonesia, dan populer di seluruh dunia.
Beberapa negara terdekat juga telah mengoperasikan kapal selam ini,
termasuk India dan China.
Subscribe to:
Posts (Atom)